Residence

Bertemu Rumah Kost Idaman

Seperti lirik lagu Afgan, “Jodoh Pasti Bertemu”, begitulah saya menemukan rumah kost idaman saya.

Pertamakali saya bertemu dengannya persis seperti cerita perjodohan Siti Nurbaya, lewat foto yang terpampang di laman Paman Google. Foto yang menampilkan teras serta hijaunya rumput serta pepohonan langsung membuat saya jatuh hati. Tetapi entah kenapa saat itu saya memutuskan untuk mencoba mencari yang lain, lebih tepatnya tetap berusaha menemukan paviliun idaman.

Namun, mungkin ini yang namanya jodoh, setiap kali saya berkunjung ke laman Paman Google, tetap saja tautan dari foto itu muncul di halaman yang saya buka, hingga akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi si pemilik rumah dan membuat janji untuk bertemu.

Di hari libur Pentakosta – Hari raya kenaikan Isa Almasih ke Surga – saya memutuskan berkunjung bersama si kecil dan Ibu saya, maklum restu Ibu tetap saya butuhkan, kebiasaan yang susah saya hilangkan.

Begitu bertemu- persis seperti saat melihat fotonya- rasa cinta saya semakin menebal. Betapa tidak, rumah kost ini baru selesai dibangun dan arsitektur bangunannya benar-benar memperhatikan tingkat kenyamanan, kepraktisan dan kebersihan (kriteria pertama saya).

Bangunan ini terdiri atas 2 lantai, setiap kamar di lantai pertama memiliki teras dan halaman tentunya, sedangkan kamar di lantai dua 9 dari 11 kamar di lantai dua memiliki balkon dan hanya 3 kamar yang tidak memiliki balkon

Kamar yang tidak memiliki balkon memiliki kelebihannya sendiri, dari sisi luas dan tentu saja mungkin harganya  – khusus yang tidak memiliki balkon tidak pernah saya utak-atik dan saya tanyakan, disamping sudah berpenghuni juga tidak masuk dalam kriteria saya.

Masing-masing kamar memiliki kamar mandi dalam, air panas dan air dingin. Interior kamar mandinya seperti layaknya hotel berbintang lima dan bergaya minimalis.

Tidak saja kamar mandi, perlengkapan kamarnya pun tertata selayaknya hotel berbintang lima, dengan tempat tidur ukuran queen, lemari pakaian, buffet dan meja di samping tempat tidurnya, benar-benar didisain dan dikerjakan khusus.

Televisi beserta fasilitas TV Kabel dan Wifi, sudah otomatis menjadi satu paket.

Rumah kost ini memiliki area bersama yaitu dapur, tempat mencuci pakaian dan tempat menjemur baju disamping area parkir tentunya.

Fasilitas dapur yang disediakan buat saya benar-benar nyaman, lemari es, kompor, microwave, air minum  dan peralatan dapur disamping meja makan kecil jika si penghuni ingin makan di luar kamar.

Area mencuci  pun cukup luas dengan mesin cuci yang cukup besar serta perlengkapan menyetrika baju. Area menjemur baju juga tersendiri, luas dan tertata rapi.

Pemilik rumah kost ini pun menyediakan ruang tamu bagi penghuninya, masing-masing lantai memiliki ruang tamunya sendiri-sendiri. Khusus untuk ruang tamu lantai bawah, ukurannya lebih luas dari lantai atas. Wajar saja, karena lantai bawah berperan sebagai lobby – jika disetarakan dengan hotel.

Ibu dan si kecil yang turut menemani saya melihat rumah sementara kami, langsung jatuh cinta, karena bentuk bangunannya mirip rumah kami di pinggiran kota, tanpa pagar, tidak gersang, dan hijau sejauh mata memandang.

Saya benar-benar tidak menyangka bisa bertemu rumah kost idaman saya.

Saya jadi teringat lirik lagu Afghan – Jodoh Pasti Bertemu –  “Jika aku memang ercipta untukmu, ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu.”

Bayangkan semua itu seperti sudah ditakdirkan oleh Yang Empunya Manusia, tiga bulan saya mencari, bolak-balik berkunjung ke laman Paman Google, dan selama itu pula si foto rumah ini selalu muncul di setiap laman yang saya buka.

Bahkan setelah rumah ini masuk dalam list pilihan saya dan perhatian saya teralihkan oleh yang lain, foto dari rumah ini tetap setia menyapa saya.

Dan bukan itu saja, menghubungi si pemilik rumah pun tidak semudah pemilik rumah kost lainnya, saya memerlukan waktu lebih dari 3 kali, hingga akhirnya bisa membuat janji bertemu dan berkunjung.

Pencarian dengan akhir cerita yang memuaskan, rumah kost yang bersih, hijau, fasilitas layaknya hotel bintang lima, memiliki balkon (anak saya lebih memilih tinggal di atas), disamping jam berkunjung yang lumayan ketat – pukul 10 malam batas akhir tamu berkunjung.

Hm …. rumah kost modern aka Residence.